baginilah kalau kader-kader OPOSISI dan Anggota APEC (An-Nathiq Pers Club) di lepas kealam liar!!!! udah ilang kesadaran yang dimiliki!!!
di hutan atau di kebun belakang????
emang gue pikirin!!!
REPUBLIK MAHASISWA STAIN KEDIRI REMA STAIN KEDIRI Jl. Sunan Ampel 07 Ngronggo Kediri, Tlp. (0354) 689 282 Email: oposisi_stainkdr@yahoo.co.id, website:http//www.oposisistainkdr.blogspot.com
Oposisi
Oleh: Jonathan Franklin
Demokrasi dan keadilan datang tidak dengan sendirinya….
Demokrasi dan keadilan harus kita perjuangkan………
Kekuasaan tidak harus kita perebutkan…………
Tapi kekuasaan harus kita control pelaksanaannya…….
Pemerintahan yang ‘lemah’ tidak harus kita caci
Tapi terus dampingi hinggi terwujud masyarakat yang sejahtera
Pemimpin tidak harus yang ada di strutur birokrat teratas
Pemimpin bisa bersama masyarakat mengontrol kinerja birokrat
Sikap beroposisi harus ada…
Sebagai penyeimbang bukan penguat atau penghancur tatanan penguasa
Beroposisi sebagai ‘pedamping’ pemerintah bukan musuh pemerintah
Tapi Oposisi suatu saat juga bisa menduduki struktur birokrat teratas!!!!
VIRUS MAHASISWA: MENGKULTUSKAN SEBUAH PERGERAKAN SEBAGAI SESUATU YANG SAKRAL
Penulis adalah Sekjend Partai Oposisi (PO), mahasiswa PAI semester VI Jurusan Tarbiyah STAIN
DITULIS UNTUK KAWAN-KAWANKU YANG SEDANG BERJOEANG DI KAMPUS STAIN
Hidup
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat!
Salam demokrasi!
Mahasiswa merupakan salah satu elemen dari penyebab akan maju dan mundurnya bangsa
SGM menjadi kisah klasik bagi mahasiswa pada era 2008 ini dan yang akan datang dan ini tercatat dalam memori setiap mahasiswa diawalai dari masa orientasi masuknya mahasiwa di perguruan tinggi. Pergerakan mahasiswa yang dilakukan pada masa tempoe doeloe memberika sebauh arti yang mendalam pada masa sekarang. Dan romantisme SGM adalah sebuah virus bagi aktivis dan ini akan menjadikan sebuah kisah kelam aktivis jika tetap dirawat dan dipelihara. Karena bagaimanapun mahasiswa selain berstatus sebagai kelas menengah, ia sadar atau tidak adalah sebagai pioneers terbentuknya cendikiawan baru (dan ini akan terseleksi dengan sendirinya).[1]
Pada era 2008-2009 sekarang ini akankah mahasiswa-mahasiswa
Kenyataan sekarang walaupun orde baru sudah lengser dan berganti masa reformasi, Mahasiswa tetap terbuai dan terikat oleh tatanan system yang berbau akademik entah itu nilai kuliah, kebijaksannya, atau mengadakan hubungan intim dengannya (walaupun itu juga atas nama sebuah ‘perjuangan’) dan kalau sudah begini apakah mahasiswa sudah memanfaatkan masa reformasi ini secara sepenuhnya?, mahasiswa terbuai oleh keinginan untuk berkuasa (baik berkuasa diranah politik kampus, atau menguasai rakyat tertindas dengan mengatasnamakan ‘pembela kaum lemah dan tertindas’ padahal kaum tertindas itu adalah digunakan dan dimanfaatkan sebagai kendaraan/amunisi untuk menyebarkan ideology dan kepentingannya.). Lalu apakah hanya itu fungsi mahasiswa yang sesungguhanya?? Betapa naïf, ternyata perjuangan mahasiswa masih terlalu parsial dan ekslusif. Sebagai calon cendikiawan seharusnya mahasiswa bisa berfikir bebas (dalam artian independent) tidak terikat dan mangikat diri pada ranah tertentu saja.
Term ‘perjuangan’ adalah sebuah istilah yang sangat skaral. Terlalu suci untuk sekedar dikatakan oleh mahasiswa yang partiality, dan sungguh betapa agung jika kata ‘perjuangan’ itu digabung menjadi ‘perjuangan mahasiswa’. Akan tetapi sekarang yang dianggap sacral dan agung oleh mahasiswa adalah gerakan dan tindakan untuk berjuang itu sendiri. Padahal gerakan perjuangan adalah sebuah hal yang profane, dan bukan hal yang harus kita anggap suci, karena boleh jadi cara kita berjuang itu masih salah kaprah. Tapi itu bukan berarti mahasiwa harus diam saja. Mahasiswa wajib tetap bergerak dengan tidak mengkultuskan pergerakan tersebut, akan tetapi pergerakan mahasiswa untuk berjuang itu dimaknai sebagai sebuah pembelajaran bagi mahasiswa bukan sebagai tindakan yang suci dan dianggap yang terbenar. Kalau sudah begitu apa makna dari sebuah pergerakan?????
Sampai kapan sandiwara ini akan berakhir……..????!!!!!
Salam perjuangan
Hidup Partai Oposisi!!!!!!
Hidup perjuangan!!!!!
Terima kasih
Jl. Sunan Ampel 07 Ngronggo Kediri, Tlp. (0354) 689 282
SCHIZOPHRENIA SEBAGAI KULTUS[1]
Oleh Hafiz Ibnuzzaman
Hakikat ajaran yang kita kenal sebagai Kristianisme adalah anti-jasmani, memusuhi daging sebagai pemberian tuhan. Di dalamnya wadat merupakan suatu cita-cita menyempurnakan diri. Paulus yang meletakkan arah pemikiran Kristen dan menentukan arah pemikiran Kristen memberi teori dan praktis perwadatan.
Adalah pembawaan insani bahwa sesuatu yang alamiah, tetapi ditekan akan memukul balik berupa pantulan yang keras. Sikap yang menganggap seks sebagai dosa turuana karena kelengahan Adam terhadap godaan Eva dan kelemahan keduanya terhadap bujukan iblis, memantul berupa kejangakan alias pengumbaran seks. Seks tak disadari sebagai suatu kodrat insani, melainkan suatu dosa yang bersumber pada iblis. Melakukan suatu perbuatan yang disadari sebagai suatu dosa pasti menimbulkan kemunafikan. Hubungan suami istri dirasakan sebagai suatu ambivalensi.
Lalu lahirlah dualisme jasmani dan rohani, awam dan rahib, duniawi dan ukhrawi (akhirat), Negara dan gereja, dan seterusnya. Calvinisme melahirkan dua macam ukuran akhlak. Antaran keshihan di gereja dan kecurangan yang dipaksakan oleh praktik perdagangan terdapat suatu antipoda. Ilmu berontak terhadap pengekangan dan pengebirian oleh gereja. Lahirlah kontradiksi antagonistic antara ilmu dan gereja. Lalu kaum awam berontak terhadap penyalahgunaan kekuasaan oleh kaum klerikal. Pemisihan Negara dan gereja diproklamirkan oleh revolusi perancis pada tahun 1889.
Seluruh kebudayaan barat yang berlandaskan paduan filsafat sekulerisme materialistic Yunani-Romawi dan kristianisme yang membelakangi dunia mempunyai watak dualistic. Tubuh wanita dianggap sumber dosa, tapi dieksploitasikan dalam promosi barang mulai dari rokok sampai mobil. Orang dituntut supaya alim, tapi dirangsang dengan gambar wanita telanjang atau 7 per 8 telanjang, alcohol, obat bius dan obat perangsang seks supaya menerjuni gelimangan dosa.
Teknologi tidak diabdikan kepada manusia, melainkan sebaliknya. Sampai-sampai produktivitas dan efisiensi kerja pun mengakibatkan penghematan tenaga manusia dan timbulnya pengangguran masal. Overproduksi, pengangguran massal dan semakin miskinnya penduduk melahirkan kesulitan pemasaran. Dualisme sebaliknya dari dipecahkan cenderung makin menggila.
Untuk memenuhi hajat hidupnya manusia melepaskan ukuran-ukuran kejujuran yang dahulu dijunjung tinggi. Sebagian para ibu rumah tangga menjadi wanita panggilan tanpa gugatan hati nurani lagi, karena jabatan itu menjadi jalan keluar yang mudah bagi kesulitan ekonomi. Keperawanan bukanlah suatu yang suci lagi. Profanasi rasionalitas dan logisitas menggantikan sentimen-sentimen tentang kesucian dan kehormatan.
Produksi industri bukan mengabdi keperluan, melainkan sebaliknya keperluan wajib diciptakan melalui sugessti massal berupa promosi yang menerapkan psikologi modern. Menciptakan tuntutan pasar bagi barang-barang yang objektif tak diperlukan adalah suatu pencapaian yang harus dibayar tinggi. Kosmetik yang membuat kulit mengeriput dan makin peot dipromosikan denganmemakai sarana wanita-wanita yang dipercantik dengan operasi plastik. Demikianlah konsomerisme membuai kaum menengah para calon pembeli di dalam ilusi sebuah dunia yang hampa. Kebahagiaan sia-sia dicari di tengah kehampaan itu.
Dengan pola konsumsi tinggi itu pastilah penghasilan kebanyakan orang tak sesuai lagi dengan pengeluaran lalu timbul jurang (discrepancy) antara penghasilan dan pengeluaran. Di dalam masyarakat barat yang teratur dengan publik yang tahu apa hak-haknya, pungli sukar, korupsi tak lolos dari pembalasan hukum. (lain dengan di negeri-negeri sedang berkembang di mana kekuasaan merupakan karcis prodeo untuk melakukan korupsi).
Demikianlah manusia di dalam liberalisme persaingan bebas hanya dilihat sebagai objek belaka untuk dijejali konsumsi barang dan jasa. Tiap manusia adalah calon pembeli yang potensial yang dapat dijadikan pembeli aktual melalui pengibulan massal televisi, radio, film promosi, iklan, poster, dan papan reklame. Batu batere’ dan accu televisi dan radio untuk pengibulan massal dibayar oleh mereka yang akan dikibuli. Inilah bentuk perampokan oleh perusahaan-perusahaan asing/multi nasional yang aman terhadap tuntutan hukum.
Tragedi negeri-negeri bekas jajahan adalah bahwa lama setelah penjajahan politik berakhir, rasa rendah diri masih tertanam dalam-dalam. Impian hidup para pemimpin’ adalah bagaimana menempati gedung-gedung besar yang dahulu didiami si penjajah. Bagaiman meniru bagaikan monyet gaya hidup mereka atau bahkan melebihinya.jika kaum penjajah dahulu sesuai dengan iklim, memakai katun atau lenin, maka bekas terjajah justru memakai wol tebal. Jika dahulu pembesar-pembesar penjajah naik trem atau sepeda, para penggantinya sekarang naik kendaraan pribadi. Identifikasi atau penyatu-samaan kayak monyek ini dijuluki mempertahankan martabat atau menjaga gengsi. Padahal dengan demikian golongan benalu yang dahulu terdiri dari minoritas rasial asing sekarang ini diubah menjadi mayoritas rasial pribumi (yang adalah minoritas sosial), tapi bilanganya jauh lebih besar. Di Hindia-Belanda dahulu benalu itu terdiri dari 200.000 orang belanda totok ditambah 100.000 inlanders berkedudukan tinggi. Rakyat indonesia sekaran ini terpaksa memberi makan kepada lebih sejuta orang benalu. Perbandingan beban sosial ekonomi yang mesti ditanggung oleh bangsa indonesia setelah tercapainya kemerdekaan tercapainya kemerdekaan menjadi lima kali lipat.
Gaya hidup bakda-kolonial ini melahirkan tekanan darah tinggi, kontras sosial yang makin tajam, kepribadian yang terbelah (split personality), bahkan jiwa yang terbelah alias schzophhrenia. Pasien-pasien rumah masyarakat sakit ini mewakili dr. Jekyll dan mr. Hyde dari novelet R. L. Stevenson (1850-1894), yang masing-masing mewakili kebajikan dan kedurjanaan. Dan alangkah sayang bahwa kita sedang terus mempromosikan, bahkan mengkultuskan schizophrenia itu kepada bangsa kita tercinta.
Jl. Sunan ampel 07 ngronggo
STRUKTUR PENGURUS PARTAI OPOSISI
PERIODE 2008-2009
PRESIDEN PARTAI : AHLAN EL-FAZ
SEKRETARIS JENDRAL : A. RIFQI AMIN
BENDAHARA UMUM : SYAIFUDIN ZUHRI
WAKIL BENDAHARA UMUM : INDAH NURHAYATI
MENTERI PENGEMBANGAN INTELEKTUAL (PWI) : MIFTAH FARID
WAKIL MENTERI PENGEMBANGAN INTELEKTUAL : ISMAIL SHALEH
MENTERI PENDIDIKAN, PENGELOLAAN
DAN PENGEMBANGAN MAHASISWA : MUHSON ZAM ZAMI
WAKIL MENTERI PENDIDIKAN, PENGELOLAAN
DAN PENGEMBANGAN MAHASISWA : SAFI’IL ANAM
MENTERI PRES MAHASISWA (MPM) : ASTUTIK
WAKIL MENTERI PRES MAHASISWA (MPM) : VESA
MENTERI PEMBERDAYAANIWANITA (MPW) : MUSLIMAH
WAKIL MENTERI PEMBERDAYAANIWANITA (MPW): MARIANA SOVIA
MENTERI LUAR NEGERI : ZAINAL FATONI
WAKIL MENTERI LUAR NEGERI : SABIKUL MUSTOFA
MENTERI PEREKONOMIAN : ZAINAL ABIDIN
WAKIL MENTERI PEREKONOMIAN : FADILA TAROWI
ANGGARAN DASAR
(AD)
PARTAI OPOSISI (
REMA MAHASISWA STAIN
Bismillahirroahmanirrahim
Muqaddimah
Sesungguhanya Allah SWT mewahyukan Islam sebagai agama yang haq dan sempurna untuk mengatur umat manusia berkehidupan sesuai fitrahnya sebagai khalifah di muka bumi dengan bekewajiban mengabdikan diri semata-mata karena kehadirat-Nya.
Menurut Iradat Allah SWT, kehidupan yang sesuai dengan fitrahnya adalah paduan antarara aspek duniawi dan ukhrowi, individu dan sosial serta perpaduan antara iman, ilmu dan amal dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Berkat rahmat Allah Swt partai OPOSISI berdiri sebagai wadah perjuangan di tingkat mahasiswa REMA STAIN KEDIRI untuk kepentingan para mahasiswa.
Mahasiswa sebagai generasi muda yang sadar akan hak dan kewajibannya serta peran dan tanggung jawab kepada Tuhan YME, yaitu sebagai mahasiswa yang memegang teguh Tridarma Perguruan Tinggi, nilai-nilai insani (humanisme) serta berpkepribadian yang religius dan sadar akan peran dengan tanggung jawabnya.
Meyakini tujuan tersebut dapat dicapai dengan taufiq dan hidayah Allah SWT. Setelah melakukan usaha-usaha yang teratur, terencana dan penuh kebijaksanaan. Dengan nama Allah partai OPOSISI berjuang dengan berpedoman pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai OPOSISI, sebagai berikut:
BAB I
NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal I Nama
Partai ini bernama OPOSISI, di singkat
Pasal 2 Waktu Dan Tempat Kedudukan
Partai OPOSISI didirikan di
BAB II
ASAS
Pasal 3 Asas
Partai OPOSISI Berasaskan pancasila
BAB III
TUJUAN, USAHA DAN SIFAT
Pasal 4 Tujuan
Menjunjung tinggi demokras dan tegaknya hukum demi terwujudnya keadilan dan kemakmuran
Pasal 5 Usaha
Terciptanya mahasiswa yang punya intelektual luas dan gerakan sosial yang stimultan dan sinergis
Mengedepankan moral of force
Berperan aktif dalam dunia kemahasiswaan dan peguruan tinggi.
Pasal 6 Sifat
Partai OPOSISI bersifat demokrasi, independent dan inklusif.
BAB IV
STATUS, FUNGSI DAN PERAN
Pasal 7 Status
Partai OPOSISI sebagai partai mahasiswa di REMA STAIN
Pasal 8 Fungsi
Partai OPOSISI berfungsi sebagai wadah aspirasi Mahasiswa STAIN
Pasal 9 Peran
Partai OPOSISI berperan sebagai penyalur aspirasi dan potensi mahasiswa di STAIN
Bab V
KEANGGOTAAN
Pasal 10 Keanggotaan
Yang dapat menjadi anggota parta OPOSISI adalah setiap mahasiswa STAIN
BAB VI
STRUKTUR ORGANISASI
Pasal 11 Kekuasaan
Kekuasaan tertinggi di pegang oleh kongres partai OPOSISI
Pasal 12 Kepemimpinan
Kepemimpinan partai OPOSISI di pegang oleh pengurus partai OPOSISI
Pasal 13 Majelis Konsultasi
Dibentuk majelis pekerja rapat anggota partai OPOSISI
Pasal 14 Badan-Badan Khusus
Untuk melaksanakan tugas dan kewajiban di bidang-bidang khusus di bentuk anggota-anggota militant yang mampu bergerak di dalam intern ataupun ekstern
BAB VII
PEMBENDAHARAAN
Pasal 15 Harta Benda Partai OPOSISI Diperoleh dari:
BAB VII
PERUBAHAN ANGGARAN DAN PERUBAHAN
Pasal 16
Perubahan anggaran dasar dan pembubaran partai hanya dapat dilakauka oleh rapat partai OPOSISI
BAB IX
PENJABARAN ANGGARAN DASAR, TUJUAN TAMBAHAN DAN PENGESAHAN
Pasal 17 Penjabaran Anggaran Dasar
Pasal 18 Aturan Tambahan
Hal yang belum di atur dalam anggaran dasar dan penjelasan anggaran dasar di atur ddalam ketentuan-ketentuan tersendiri yang tidak bertentangan dengan anggaran dasar dan penjabaran anggaran dasar partai OPOSISI.
Pasal 19 Pengesahan
Pengesahan anggaran dasar partai ditetapkan pada rapat besar tanggal:
3 April 2004……………………………………………………………
Yang diperbarui pada Kongres II di Kediri pada tanggal 6 mei 2005
Kongres III di Kediri, tanggal 13 desember 2006
Kongres IV di Kediri, tanggal 07 Mei 2008